This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religius. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Maret 2010

yang maha indah


Ku pinta diKau dengan KesempurnaanMu, dan Yang Tersempurna dari SempurnaMu, dan sungguh seluruh SempurnaMu benar Sempurna ku gapai diKau dengan KejelitaanMu, dan Yang Terjelita dari JelitaMu, dan sungguh seluruh JelitaMu benar Jelita ku seru diKau dalam KeTinggianMu, dan Yang Tertinggi dari TinggiMu, dan sungguh seluruh TinggiMu benar Tinggi ku seru diKau dalam KeSucianMu, dan Yang Tersuci dari SuciMu, dan sungguh seluruh SuciMu benar Suci.

Mata berbinar mesra dan mulut dipenuhi dengan kulum senyum lembut. Redup cahaya mata menatapi Wajah Jelita Nan Molek Rupawan dan Pipi-Pipi Nan Senantiasa Memerah berpendaran. Belum lagi celak-celak keunguan, Oh, demikian IndahNya memukau Indah-IndahNya di hati peCintaNya yang mabuk dalam keIndahanNya.

Bila kekupu terbang dengan sayap sepasang,
dan laron berkitar dengan sayap sepasang,
pula Arkhoun menatap dengan mata sepasang,
tapi Majnun menatap Layla dengan Layla seorang !
Demikanlah rintih pecinta, laa yunaalu dzaalika illa bi fadhlik, tak kan tercapai tatapan pada JelitaNya kecuali dengan KaruniaNya sendiri. Tak kan melihat KeindahanNya kecuali dengan KeindahanNya sendiri, JelitaNya kecuali dengan MolekNya sendiri, Lentik AlisNya kecuali dengan Hijau CelakNya Sendiri.

Duhai yang mengaruniai hambaNya dengan tatapan KepadaNya,
dan tiada tatapan KepadaNya kecuali dengan PenglihatanNya Sendiri.
Duhai yang mengaruniai hambaNya dengan pendengaran atas MerduNya,
dan tiada pendengaran atasNya kecuali dengan PendengaranNya sendiri.
Duhai yang mengaruniai hambaNya dengan jalan lurus KepadaNya,
dan tiada jalan lurus KepadaNya kecuali adalah Dia Sendiri.
Duhai yang mengaruniai segenap Kenikmatan pada hambaNya,
dan tiada Kenikmatan kecuali Dia Sendiri.

Maka sebagian orang katakan ku telah lihat Keindahan Tuhan di mana-mana. Betapa mungkin Tuhan dilihat oleh selain diriNya? Laa tudrikuhu al-abshooru wa huwa yudriku al-abshooro. Tak menyentuhnya (semua) penglihatan dan Ia menyentuh (semua) penglihatan. Mungkin inilah pandangan majazi atau khayali yang diibaratkan oleh Maulana Rumi dalam sya`irnya;
kefasihan burung-burung istana hanyalah pantulan suara;
di manakah perkataan burung Nabi Sulaiman.
bagaimana kau akan mengenal kicau mereka,
jika kau tak pernah melihat Nabi Sulaiman sejenak pun.
Jauh di seberang Timur dan Barat bertebaran sayap burung,
yang lagunya menggetarkan hati yang mendengar.
Ia terbang bolak-balik antara bumi dan ‘arasy Tuhan,
bersama keagungan dan kemuliaannya.

Maka Penatap Tuhan terdiam seribu bahasa, bagi mereka “aku” sama saja dengan “bukan aku”, karena tak ada apapun yang dapat disifatkan kepada ketiadaan. Bagi mereka “kutatap Tuhan” tak ada bedanya dengan “Tuhan menatap Tuhan”, yakni, “mereka” adalah ketiadaan sedang satu-satunya fa’il (pelaku) adalah Zat Yang Maha Kudus. Yaa man dalla ‘ala dzaatihi bidzaatihi. Wahai Yang Menunjukkan ZatNya dengan ZatNya.

Bak ufuk Tmur yang bertanya pada selatan, pula utara,
di manakah Mentari Terbit.
Bak Samudera Raya yang bertanya pada sumur, pula kali,
di manakah Air Berada.
demikian pula pecinta berkata Cinta, juga asmara,
padahal berkata Cinta pastilah sirna.
juga para pemantik berkata Wujud, juga Sebab,
padahal berkata Wujud pastilah wujud.

Ikal kekang “aku”, “kita”, “kamu” telah lenyap. Laso itu telah lenyap, dan demikianlah Jiwa Pecinta terlepas dari kepompong dan penjara alam material melesat menuju Jiwa nan Satu, Sang Pecinta, Sang Pendamba, Sang Perindu, yang turun dari Hadhrat Zat Suci ke Hadhrat Asma ke Hadhrat Sifat ke Hadhrat Af’al. Bagi para pecinta yang tak kenal timur dan barat, lenyaplah timur dan barat. Bagi para pecinta yang tak kenal kini dan esok, lenyaplah waktu baginya. Maka, man ‘arafa nafsahu, yakni bagi yang mengenal bahwa dirinya ketiadaan dan Tiada Selain Dia Semata, lenyaplah semua hal termasuk nama dan identitasnya sendiri, dan, faqod ‘arafa robbahu, Dia Mengenal Tuhannya dengan Tuhannya itu sendiri, yakni Allah adalah Cahaya Langit dan Bumi, tak lain Dia Yang Zhohir dan Bathin, dan Yang Awal dan Yang Akhir, tak lain Dia Yang Maha Meliputi segala sesuatu Yaa Allah Karuniakan padaku tatapan KepadaMu dan Kemulaan Keterputusan kepada SelainMu, hingga dengan Pancaran wajahMu, tersingkaplah hijab-hijab CahayaMu.

Amin.

Sabtu, 13 Maret 2010

zaman jahiliyah modern

memang, jaman sekarang telah menuju jaman jahiliyah modern (jaman jahiliyah Kuno is back with different feature!!!!! ). salah satu indikasinya adalah banyak yang berpakaian, tapi telanjang. yang paling miris adalah mereka yang telah berjilbab, tetapi perilaku mereka belum menunjukkan identitas keislaman. memang banyak wanita yang memakai jilbab di kepalanya, tetapi yang membalut badan hingga kaki benar2 ngepress… sampai2 yang namanya underwear(maaf) itu kelihatan polanya.. (naudzubillah min dzaalik). pemahaman bahwa wanita yg tlah berjilbab saja telah menutup aurat mungkin perlu diluruskan.. .

saudara/i ku,,
yang dinamakan aurat wanita dalam islam adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan sedangkan aurat pria adalah daerah bawah pusar sampai dengan lutut, tetapi batasan aurat diperjelas menjadi beberapa hal (yang kebanyakan kita belum memahaminya) yaitu

1. aurat tidak memperlihatkan warna kulit jika anda semua berpakaian,tetapi pakaian tersebut transparan sehingga warna kulit anda terlihat, maka sejatinya anda belum menutup aurat anda –> DOSA!!!!

2. aurat tidak memperlihatkan bentuk tubuh jika anda berpakaian dan berjilbab, tetapi masih menggunakan jeans ketat dan kaos ketat sehingga lekuk tubuh anda terlihat, maka
sejatinya anda juga belum menutup aurat anda –>DOSA !!!



Rasulullah SAW bersabda, “…manusia yang tidak menutupi auratnya tidak bisa mencium bau surga…. ” HR MUSLIM.



satu hal lagi yang membuat yang bikin agak tercengang mengenai wanita berjilbab (kebanyakan sekarang) adalah banyak wanita berjilbab yang berpacaran dan parahnya
lagi, gaya berpacaran mereka benar-benar jauh dari norma2 keislaman. misalnya aja :banyak pasangan-pasangan yang jumpai di jalan sedang berboncengan di sepeda motor sambil berpelukan mesra layaknya suami istri, padahal belum nikah (naudzubillah min dzaliik),, itu yang terlihat di jalan. coba bayangkan, ketika dilihat banyak orang saja mereka berani melakukan hal tersebut, apalagi tidak ada orang yang melihat (padahal Allah Maha Melihat). berarti nich keimanan mereka sangat perlu dipertanyakan.

sudah jelas dicamkan dalam Al qur’an “..wa laa taqrobuzzinaa. ..” –> dan jangan dekati zina !!!! dekat2 aja ga boleh apalagi melakukan??? ?menjadi PR besar bagi umat islam mengatasi problema2 yang muncul akibat terkikisnya iman, terasingnya islam, terjatuhnya akhlak para generasi muda islam yang notabene nya adalah penerus khilafah islamiyah..

saudaraku,
* jangan terbuai oleh tipu daya dunia..

Surat Al A’laa ayat 14 – 17
” dan beruntung orang-orang yang menyucikan diri, yaitu mereka yang meyebut nama tuhannya lalu sholat, tapi mengapa mereka masih mementingkan kehidupan dunia???, padahal kehidupan akhirat adalah lebih baik dan kekal??”

jangan terbawa budaya orang kafir, Fasiq dan munafik yang dalam Al Qur’an telah di cap menjadi penghuni neraka (innal munafiqiina min darkil asfali minan naar) –> sesungguhnyaorang munafik tempatnya adalah di dasar neraka!!!!

mari kita merenungkan bagaimana jika sedetik lagi, semenit lagi, sehari lagi, sebulan lagi, jatah nafas kita telah habis… apa yang bisa kita perbuat jika mayat kita telah terbujur kaku di pembaringan? ?? apa yang bisa kita perbuat jika pintu taubah telah ditutup rapat2?? kita hanya akan menunggu yaumul hisab….

Al Qur’an An-naba ayat 40 : sesungguhnya Kami ancam kamu dengan azab yang hampir (dekat), di hari yang seseorang akan melihat apa yang telah dikerjakan kedua tangannya. pada hari itu, orang kafir akan berkata “alangkah baiknya jika aku dulu adalah tanah”.

mari berhijrah saudaraku,,,
dari jaman jahiliyah modern menuju jalan yang terang benerang yaitu diinul islam…

semoga Allah Ridlo pada kita…
semoga Syafaat Baginda Nabi akan kita peroleh pada hari qiyamat kelak…

(NB: apabila ada kesalahan mohon di luruskan)

Minggu, 28 Februari 2010

kehidupan adalah pelajaran dan pengmalan


Berikut ini kumpulan kata-kata mutiara bernuansa Islami yang saya dapat dari Majalah Ar-Risalah. Semoga bisa membawa manfaat.
Bersyukurlah karena kita tidak memiliki semua yang kita inginkan, karena jika iya, apalagi yang hendak kita cari? Bersyukurlah saat kita tidak mengetahui sesuatu, karena itu memberi kita kesempata untuk belajar. Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kita hadapi, karena selama itulah kita akan tumbuh dewasa. Bersyukurlah atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, karena itu memberi motivasi untuk menjadi lebih baik. (Ziyadaturrahmah)

* Jika kau memerlukan nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmatmu. Jika kau memerlukan keasyikan, cukuplah taat pada Allah sebagai keasyikanmu. Dan jika kau memerlukan pengajaran, cukuplah maut itu sebagai pengajaran bagimu (Ali ibn Abi Thalib)
* Ukhuwah yang terbina biarlah seperti seutas tasbih. Ada awal, tapi tiada akhir. Dicipat untuk mengingat-Nya dan disusun untuk mengharap ridha-Nya (Tri Looke)
* Wanita shalelah itu perhiasan yang indah, ia lembut tapi tidak lemah, mempesona tapi tetap bersahaja. Ia tahu bagaimana menjaga diri dan keluarga, mengerti bagaimana menjaga akhlak dan kemuliaannya. Ilmunya telah mengangkatnya ke derajat yang lebih dari wanita lain. Mendampinginya merupakan anugerah terindah (Abu Mushab)
* Cukuplah seseorang dikatakan berilmu jika ia takut kepada Allah, dan cukuplah seseorang dikatakan bodoh jika ia bangga dengan amalnya (Arni Wijaya)
* Sebab kegagalan dapat dibagi menjadi dua : orang yang berfikir tapi tidak mau bertindak dan orang yang bertindah tapi tidak pernah berfikir (081387615***)
* Musibah yang diterima dengan sabar – hanya mengharap – ridha Allah semata, adalah lebih bagimu daripada nikmat yang membuatmu lupa kepada-Nya (Arifiyanto)
* Tegakkan syariat mulai dari diri kita, bercerminlah sejauh mana kita menjalankannya, seberapa besarkah pengorbanan kita untuknya, setinggi apakah kita mengharap ridha-Nya (085290701***)
* Janganlah engkau bebani dirimu dengan hari esokmu, bukankah Allah telah menentukannya untukmu? Maka berusaha dan bersabarlah (Kassiyah)
* Tidak ada harga untuk waktu, tapi ia sangat berharga. Memiliki banyak waktu tidak menjadikan kita kaya, tapi menggunakannya dengan benar adalah sumber kekayaan (085279972***)
* Percayalah bahwa yang singkat adalah waktu, yang dekat adalah amanah, yang sulit adalah ikhlas, yang akan diinvestasi adalah apa yang kita kerjakan, yang paling bijak adalah saling memaafkan (Aneuk Meutuah)
* Islam itu asasnya Syahadat. Tiangnya shalat. Puncaknya jihad. Maka jadilah kamu orang yang mendakwahkan azasnya. Yang memperkokoh tiangnya. Yang berjuang di puncaknya. Atau salah satu darinya. Kalau tidak, kamu pasti merugi. (Mahyuddin HH.)
* Kesuksesan itu bukan berapa banyak harta kita kumpulkan, tapi kesuksesan adalah berapa banyak harta yang bisa kita sedekahkan (Toro)
* Kelalaian itu merupakan keburukan dan dzikrullah merupakan kemenanga. Tidak ada kebaikan dalam hidup tanpa persaudaraan karena Allah. Kadang seseorang bisa lupa karena harta yang dia lihat atau emas yang dia beli tetapi ia tidak akan melupakan seseorang yang dia cintai karena Allah (Jun)
* Semakin bertambah keilmuan dan kekayaan seseorang, akan makin besar pula amanah yang diemban olehnya. Tirulah padi, semakin berisi semakin merunduk (Abdullah Ibn Adam)
* Kebenaran tidak diukur dengan banyaknya orang yang mau melakukannya, namun kebenaran adalah apa saja yang mencocoki Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus salih (Anisya LM)
* Perbanyaklah menanam kebaikan meskipun orang yang menerima kebaikan itu tidak membalas seperti yang kita tanam, pasti akan dipanen hasilnya, entah sekarang atau esok, atau mungkin jadi ladang amal di akhirat kelak (Gilang)
* Teman yang benar bukanlah teman yang selalu membenarkan perkataanmu, akan tetapi teman yang benar adalah teman yang selalu berkata benar kepadamu (Salman)
* Apabila kesusahan datang menerpa diri dan kecemasan bertumpang tindih menghimpit Anda, ucapkanlah “Laa Ilaah Illallaah” (Maidi)
* Hasan Al-Basri berkata : “Aku tahu rizkiku tidak dimakan orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku tahu amalan-amalanku tidak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan beramal. Aku tahu Allah selalu melihatku,karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat. Aku tahu kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal tuk berjumpa dengan Rabb-ku” (0819323373***)
* Menjadi penolong agama Allah adalah satu-satunya profesi yang selalu membuka lowongan bagi pekerja baru. Setiap saat, setiap hari, sepanjang matahari masih terbit dari timur. Namun menyambung pekerjaan Rasul bukanlah pekerjaan yang mudah (Ridhwan)
* Empat hal yang dipandang sebagai ibu : Ibu dari segala obat adalah sedikit makan. Ibu dari segala adab adalah sedikit bicara. Ibu dari segala ibadah adalah takut dosa. Ibu dari segala cita-cita adalah sabar. (Key)
* Meminta maaf jangan membuat diri kita menjadi hina. Memberi maaf jangan membuat kita merasa bangga. Tapi saling memaafkan itulah yang mulia (Silvana)
* Jika lidah selalu basah dengan dzikrullah, jika pikiran selalu tertuju pada keinginan untuk mendapat Ridha Allah, maka bersiaplah untuk manisnya iman dan nikmatnya ibadah (Rudi)
* Sebaik-baik manusia adalah orang yang jika dilihat maka dapat mengingatkan kepada Allah (Zahwa)
* Sebaik-baik manusia adalah yang sedikit bicara banyak berbuat kebaikan. Seburuk-buruk manusia adalah yang banyak bicara namun sedikit berbuat kebaikan (Azis)
* Kita harus menyadari bahwa yang lebih berhak atas diri kita hanyalah Allah swt. Sang Khalik. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur dengan apa yang diberikannya, apapun itu (Asih)
* Bahaya kepandaian adalah berbuat sekehendak hati. Bahaya keberanian adalah melampaui batas. Bahaya toleransi adalah menyebut-nyebut kebaikannya. Bahaya kecantikan adalah sombong. Bahaya ucapan adalah dusta. Bahaya ilmu adalah lupa. Bahaya pemurah adalah berlebih-lebihan (Tengku Abdul Wahab)

Kamis, 25 Februari 2010

ketabahan hati


Seorang ibu ditakdirkan untuk selalu tabah dalam melaksanakan kehidupan ini. Cobaan dan ujian harus dihadapi dengan ketabahan yang luar biasa. Ibu mengurus semua pekerjaan rumah tangga mulai dari memasak, bersih-bersih sampai mengurus keperluan suami dan anak, mengawasi anak-anak dan lain-lain. Ibu sungguh banyak kerjaan sehari 24 jam tanpa henti. Jadi memang benar jika Surga berada di telapak kaki ibu.

Keberhasilan sebuah rumah tangga pasti tidak lepas dari kepintaran ibu dalam mengatur rumah tangganya. Ibu ini pastilah seorang yang super. Meski hanya di rumah pekerjaan seorang ibu banyak sekali dan harus dimanag (diatur) agar semuanya selesai tepat waktu. Pekerjaan seorang ibu tidak ada hentinya, setiap hari selalu ada pekerjaan. Sehingga dibutuhkan stamina yang kuat untuk melakukan semua pekerjaannya.

Intinya pekerjaan seorang ibu adalah mengatur, seperti mengatur keuangan, mengatur waktu, mengatur pekerjaan rutinitas, dan lain sebagainya. Mengatur keuangan, seorang ibu harus pandai mengatur pengeluaran rumah tangga, jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pendapatan suami. Jangan sampai ibu mempunyai hutang. Mengatur waktu, ibu harus dapat mengatur agar waktu yang digunakan efektif dan effisien, tidak molor alias waktu tidak terbuang sia-sia. Ibu juga harus mengatur pekerjaan rutinitas supaya pekerjaan tersebut dapat selesai sesuai jadwalnya dan hasilnya maksimal.

Semua orang selalu mendapat ujian, hal ini untuk melihat sampai di mana keimanan kita Allah SWT. Sebuah keluarga dititipi berupa harta baik materi maupun anak serta istri/suami. Bila saatnya tiba semua titipan itu akan diminta kembali oleh yang Maha memiliki atas semua yang ada di dunia ini. Lebih berat lagi jika ibu berperan ganda, karena suami tidak ada. Ibu harus dapat melakukan pekerjaan seorang bapak dan tentu saja pekerjaan rutin seorang ibu. Di sini peran ibu dibutuhkan tenaga lebih banyak lagi. Pekerjaan seorang ibu lebih mulia dan akan mendapat lebih banyak pahala di akherat.

Selasa, 23 Februari 2010

CINTA YANG HALAL DAN HAKIKI


Sebenernya notes ini aku buat karna kemarin seorang teman bertanya,
"katanya mereka ingin cinta yang halal, apa cinta bisa dimakan? Apa kenyang ???"
Ehmm,,
sebelumnya maaf kalo misalkan pendapatku ini berbeda dengan kalian semua..
Cinta memang nggak bisa dimakan,
karna cinta bukanlah makanan,
tapi cinta, pengaplikasiannya, akan berdampak ke tubuh kita, nggak cuma ke jiwa,
Cinta yang haram akan mendatangkan mudharat,
karna nggak teraplikasikan dengan semestinya,
sedangkan cinta yang halal insyaAllah akan membawa pengaruh yang baik,
sebaik kita merawat cinta. Mari belajar lebih benar tentang cinta..
cinta adalah sebuah potensi yang dapat mendatangkan kebaikan ataupun sebaliknya..
cinta adalah fitrah yang ditiupkan Allah kepada setiap makhluk-Nya,
sebagai satu dari sekian banyak tanda kekuasaan-Nya..
dengan cinta manusia dapat memperlakukan dirinya dan hal-hal yang dicintainya dengan perlakuan hina maupun mulia, itu semua tergantung manusianya..
adalah cinta bila seseorang menjadi merdeka karenanya,
dan bukan cinta bila kita justru terjajah karenanya
Cinta adalah sebuah kebijaksanaan, penghormatan, dan penghargaan terhadap martabat orang lain,
dan juga sebagai sebuah rasa yang mengisi kepekaan kita terhadap orang lain..
Cinta yang halal adalah yang nggak merugikan orang lain,,
yang pengekspresiannya dengan penjagaan yang ekstra hati-hati,,
Cinta-cinta "kecil" yang dititipkan Sang Maha Pemilik Cinta di dunia ini hanyalah sebuah ujian bagi pemahaman kita terhadap hakikat cinta yang sebenarnya..
Cinta yang haram adalah yang membebani pikiran,
yang menyebabkan kemanjaan ketakbertemuan,
yang membuat hati merasa begitu takut kehilangan,
yang menjadikan diri ragu tuk bertanggung jawab,
dan membutakan mata manusia dengan sesuatu yang indah memesona namun kosong belaka..
bila makanan yang halal adalah yang tak merugikan diri sendiri serta diridhai Allah karna kebaikannya,
maka cinta yang halal adalah yang tak merugikan pihak manapun serta diridhai Allah karna sesuai jalan-Nya..
cinta itu fitrah dari Allah dan sudah semestinya dijunjung tinggi kesuciannya hingga sebuah hubungan yang diridhai-Nya,
bukan hanya dengan rayuan-rayuan menggelikan,
karna Allah telah mencintai kita dengan sebuah akad yang jelas dan ikrar yang kuat.. :D

aku sendiri masih awam tentang masalah cinta,
sehingga hanya bisa menjawab dengan rangkaian kata tak jelas ini,
untuk seorang teman itu, silahkan dikritik jika jawaban ini masih kurang berkenan.

Senin, 15 Februari 2010

RaHaSiA HaTi


Ketika Tuhan akan menyimpan sebuah rahasia untuk manusia, para Malaikat
mengusulkan untuk menyimpannya di puncak gunung, di dasar laut, atau di manapun
yang sulit dijangkau. Namun Tuhan berkata tidak. Akhirnya ditentukan, bahwa
tempat yang rahasia paling rahasia adalah di: Hati.
Di sekeping daging merah inilah manusia menyimpan rahasia ruang dan waktu
sepenggal hidupnya.

Manusia bisa tersenyum di saat hatinya luka.
Menangis di saat hati sedang berbunga.
Orang yang berkelana diberi kata hati-hati.
Orang yang tidak pernah mau mendengar diberi nama manusia yang berhati batu.
Manusia yang degil adalah manusia yang tak punya hati.
Sedang yang paling beruntung adalah manusia yang mempunyai kebersihan hati dan
kebeningan ini terpancar hingga ke aura wajah yang meneduhkan, di mana manusia
lain merasa damai kala di dekatnya, di mana orang-orang ingat Tuhan dengan
melihat wajahnya.

Pernahkah pada sebuah keheningan malam, kita mencoba menyelam ke dasar hati,
menyelam sedalam-dalamnya? Apakah kita menemukan sesuatu yang mirip dengan duri
atau menemukan ada sebuah penjara di sana?

Terkadang kita terluka oleh sebuah perlakuan orang yang membuat kita jatuh. Dan
kita membiarkan sakit hati ini terus bersemayam, di mana kita tidak merasa
nyaman setiap kali kita bertemu dengan orang tersebut. Ketika kita melihat
orang itu tertawa dan gembira, kita malah merasa iri dan berharap semoga dia
segera mendapatkan hal yang buruk. Dan ketika hal itu benar-benar terjadi, kita
malah mensyukurinya. Ya, akuilah dengan jujur, kita pernah merasakan dan ini
sangat manusiawi. Ibarat perang dingin, inilah yang disebut sebagai dendam
terselubung. Memang waktu akan menyembuhkan, tapi berapa lama?

Ada pemuda mencintai seorang gadis. Ia benar-benar serius dengan perasaan ini.
Ketika ia mengutarakan, ternyata telah ada pemuda yang telah mendahuluinya. Dan
akhirnya ia membiarkan gadis itu dipinang oleh pemuda lain. Apakah urusan ini
selesai? Sayang, ternyata tidak. Si pemuda masih menyimpan cinta pada wanita
yang kini telah menjadi istri orang lain. Malah ia berharap, si wanita segera
menjadi janda agar ia bisa memilikinya. Ini sering terjadi. Dan inilah yang
dinamakan sebuah penjara. Bila harapan si pemuda tidak terjadi, mungkin waktu
juga yang akan menyembuhkan. Tapi, sampai berapa lama?

Di saat kita jatuh atau terluka karena orang lain, terkadang susah bagi kita
untuk mendamaikan hati. Jika pikiran kita bisa menerima dengan hitung-hitungan
akal, maka hati tidak bisa dikalkulasi. Si lemah hati akan membiarkan hatinya
terus terpuruk. Si gelap hati akan mendendam rasa dan tidak pernah memaafkan..
Sedang yang beruntung adalah ketika ia diberi cobaan, ia ridha, ikhlas, dan ia
segera berusaha untuk sabar dan merelakan segala sesuatu yang memang tidak
seharusnya menjadi miliknya. Lebih jauh, ia tetap masih bisa mensyukuri, bahwa
apa pun yang tidak berpihak kepadanya adalah jalan yang terbaik saat itu.
Karena boleh jadi, apa yang menurut kita baik ternyata buruk, dan sebaliknya.
Yang Maha Merencanakan mengetahui, sedang kita tidak.

Hati adalah kita yang memilikinya. Ia ada di dalam dada ini dan di dalam hati
ini jua nurani kita tersimpan.
Namun kita sering melakukan perbuatan yang kita sendiri tahu itu salah. Kita
ingkari nurani.
Hari ini kita senang terhadap sesuatu, boleh jadi esok kita akan sangat
menyesal karena kemarin kenapa kita menyukainya.
Maha Besar Tuhan yang berkuasa membolak-balikkan hati kita.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More