This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label puisi ke indahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi ke indahan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2011

puisi untuk sahabat


Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata â€Å“Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata â€Å“Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

CUMBUI AKU


Malam, hadirkan rasa bahagia
Bawa kekasih seindah purnama
Kucumbu mesra bayang kakanda
Dengan kata-kata yang telah tercipta

Letakkan bibirmu
Diantara syair-syair pujangga
Ciumi aku
Dengan puisi-puisi terindah

Buai diriku
Dalam ayunan dendang cinta
Luahkan segala rasa
Hingga tak bersisa

Dekaplah aku
Diantara rayu yang kau tumpu
Tak perlu bimbang kau bentang
Pelukan lenganmu adalah kemenangan
kan kepeluk dirimu
disaat asaku lelah...
menunggu satu senyum
yang terselip dibalik senja

Letakkan bibirmu
Diantara syair-syair pujangga
Ciumi aku
Dengan puisi-puisi terindah
Lena aku dalam peluk cintamu
bisakah kau terus begini pertahankan cintaku

malam minggu baca puisi dari ku


Laksana purnama bercahaya
Dan bintang-bintang berkemilau
Kau, aku, saling cinta
Menerangi malamnya hati
Dengan cahaya ketulusan

Bermula dari hati
Menjelma jadi sebuah kenangan
Cinta indah mengakhiri duka
Ku.. bahagia bersamamu

Engkaulah cintaku selamanya
Belahan jiwa dalam hidupku
Terkisahmu di antara
Sela kehidupan nyataku
Engkaulah Belahan Jiwaku..

Takdirku.. bersamamu
Ku tau kau tercipta untukku
Saat ku merasakan cintamu
Menyentuh sanubariku

Senyummu..
Merupakan penungguan terbesar dalam hidupku
Kelembutanmu..
Merupakan cinta remaja terindah dalam hidupku
Kaulah.. belahan jiwaku

Takkan berpisah selama-lamanya
Slalu bersamamu hingga akhir watku
Ku mencintaimu..

Ku slalu.. milikmu..


Tuhan................
Kau anugrahkan cinta kepada kami
dan karna cinta-Mu lah kami bersaudara.

Tapi kini...........
Cinta mana yang tlah datang kepadaku
Apakah aku harus berpura-pura ?
Seakan ia tak ada.

Sekuat aku lupakan
Maka sekuat itu pula sakit di hati
Ku mohon...........
Biarlah aku mengakuinya
Bahwa aku mencintainya
Walau hanya dalam hati

Biduk.....hanya sebuah puisi kawan


* Biduk kecil *

Biduk kecil,
Kau pun tahu lautan maha luas
Apapun bisa terjadi,
Apapun mungkin saja terjadi

Serombongan camar mencari sarangnya
Melewati perlabuhan rindu yang hampa
Meninggalkan kota kosong tak bertuan
Menyusuri laut biru yang kau impikan

Di antar embun kau membuang sauh
Berpegang bintang berharap pada rasi
Bisa tanpa layar, mungkin tanpa kayuh
Arus kecil kan bawamu menepi

Pantai kekasih rumah cinta
Disana kau dapat merenda aksara
Diatas pualam hijau bernuansa misteri
Tempat terindah mengurai bait puisi

Apapun bisa, apapun mungkin terjadi
Biduk kecil tetap akan selalu menepi
Entah dibawa tiup angin sepoi
Atau terhempas amuk badai

( duh, kau pun tahu lautan maha luas )


di kala seorang aku
di baluti alunan rindu
pada bayang -bayang hampa
yang bertandang kala gerimis senja
menyirami taman-taman sepi
berteman bunga-bunga yang hampir layu
menanti detik gugur
menyembah kepersada bumi

di kala seorang aku
menyemai ria asmara
pada kelopak bunga-bunga lesu
sebelum di santap sang ulat daun
jiwa halus tersentak dan tersedar
aku cuma sekedar tetamu petang
pengiring gerimis senja
yang ke kontangan kasih
kala dahaga datang menyapa

kini seorang aku
harus berangkat pulang
kerana bunga-bunga ditaman
kembali segar bewarna
diseri kumbang-kumbang jantan yang lebih haq
lalu aku akur
kutitipkan kuntuman senyum
padsa sebuah nostalgia usang
kerana aku sedar
aku cuma tetamu petang pengiring gerimis senja
di biduk kecil

Mimpi terindah yang datang menggoda

mengusik angan yang bercanda
aku terjaga
dari hayal asa
kecewa karena kau tiada

dengarlah kasih
jeritan hati
mungkinkah kau ku miliki
segenggam cinta yang aku cari
mungkinkah kau sudi berbagi

aku berharap waktu tak bergerak
agar dapat kau ku dekap
mimpi terindah saat hati gundah
oh bahagia terbelah

kekasih hati mungkinkah kau tahu
aku sangat merindukanmu
andaikan saja
kau balas cintaku
inilah mimpi yang terindah

(pikiran orang ngantuk selalu berbicara mimpi, ayo bermimpi)

Minggu, 28 Maret 2010

perpisahan dan kerinduan

Sejak berpisah, rindunya.. kangennya..
Betapa menyedihkan, sulit untuk tegar
Malam ini minum arak bersamamu
Untuk hilangkan gundah

Sejak berpisah, ingin rasanya terus bermimpi
Air mata terus menetes
Angin dan badai putihkan seluruh rambutku
Malam ini minum arak bersamamu
Bertutur tentang ribuan kata

Mengapa pertemuan tak bisa berjalan langgeng?
Mengapa persatuan sulit untuk dipertahankan?
Mengapa perpisahan begitu getir?
Mengapa manusia lebih kurus dari bunga krisan?

Sejak berpisah..
Entah sudah berapa kali tertipu oleh mimpi
Bila bertemu lagi, hanya ingin tanyakan satu hal
Apakah perasaanmu padaku.. masih tetap sama?

Sejak berpisah..
Ingin rasanya bermimpi
Air mata terus menetes
Angin dan badai putihkan rambutku
Apakah cintamu padaku telah berubah?
Apakah telah berubah?

ke rinduanku


aku mrindukanmu
ketika aku tahu kau tlah jauh berlalu
aku mencari bayanganmu
ketika malam tak lagi menampakkan wajahmu
aku memanggil namamu
diantara gelapnya hutan tak berlampu
kais,
dimanakah dirimu?
dimana kau sembunyikan wajahmu?
aku rindu…
aku mencarimu
dalam heningnya malam
dalam pekatnya pikiran
aku menunggunmu
diantara berjuta kebimbangan
diantara selusin kebohongan
mengapa tak jua kau datang?
padahal tkah lelah aku bertahan
akan kembalikah kau?
Dinginnya malam menemani hatiku
Yang terselimuti kesedihan akan rindu
Jalan khayalpun berjalan dari satu ke yang lain
Tapi tetap satu tak da yang lain “satu nama.”
Walau sudah kucoba

Gelapnya malam menemani hampanya asaku
Ada ?????? Ga, Ada ??????? Ga, dan tak ada satupun yang pasti
Sunyinya malam menemani heningnya kamarku
Air kerinduan pun mengalir seiring fajar datang menghampiri
Haruskah……. perlukah…….. ??????????????
Pejantan pun berkokok dan kuakhiri episode malam ini seperti malam-malam yang lalu

gelombang cinta


maya itu begitu menggoda
maya itu membuat terpana
maya itu kumpulan dusta
maya itu penuh tipu daya
maya itu bisa membuat gila
maya itu ... tergantung mensikapinya...

***
Baru saja kukunjungi sebuah blog milik 'selebritis blog' di dunia maya
begitu banyak orang yang ikutan andil di sana
apakah karena wajah elok rupawan yang dijadikan avatarnya
ataukah isi blognya yang benar-benar bermakna
aku tak habis pikir karenanya
banyak yang tersihir tuk terjun menyelaminya
satu orang yang kuperhatikan di dalamnya
hampir dia seperti orang 'gila'
seperti tak ada harga kurasa
terpedaya oleh tipuan rasa
oh maya... mengapa engkau begitu memperdaya?

***

dulu aku adalah seorang yang lugu,
tanpa kutahu apakah maya itu
walau sering terdengar di telingaku
namun ku tak tertarik tuk mempelajari semua itu
teman-temanku yang lain juga seperti aku
karena tenggelam oleh kesibukan dan waktu

***

tapi kini...
aku masuk dalam pusaran permainan ini
maya menjadi sahabatku saat ini
yang turut mengisi hari-hari
meski terkadang aku harus menipu diri
atau sedikit mengesampingkan naluri

***

Terbayang wajah sobatku yang lugu
sanggupkah aku bila bersamanya nanti
kan seperti diriku yang dulu
yang hanya tahu gelombang cinta dan ikan mas koki?

ku temikan cahaya hatiku


Kutemukan hatiku di sana...
tempat disebutkan namaNya
tempat diagungkan DzatNya
tempat direnungi ayat-ayatNya
semua membuat aku terpana
ya...
kutemukan hatiku di sana...

***

Tadi sore adalah hari terakhir acara di Dar Al Dhiya'... mengisi kajian untuk mbak-mbak TKW... Kubahas tentang QS. Al Ghasyiyah, tentang surga dan neraka... Kulihat wajah-wajah teduh mbak-mbak itu memperhatikanku dengan seksama...

Dan... tiba-tiba ada setetes embun sejuk yang memberikan kesegaran di hatiku...di tengah penjelasanku, aku rasakan itu.... Segar dan damai...

Yaa... ternyata... hatiku ada di sana... Di majelis ilmu, tempat mengingat ayat-ayatNya... ancamanNya dan kabar gembira dariNya.... Aku jadi ingat, rasa yang sama kurasakan juga saat mendengarkan murattal syaikh al juhny dan syaikh mushary rashid, menirukannya sambil mentadaburi artinya di dalam mushaf al Qur'an...

Selama ini ternyata begitu dekat... Kenapa terasa jauh?? Aahh... debu tipu daya dunia telah melenakanku, pekat oleh maksiat...

Allahu Akbar... hanya dengan mengingatMu, hati ini menjadi tenteram ya Rabb... Apakah selama ini karena banyak canda tawa yang terurai?? Kadang aku ingin sendirian, merabai kebersamaanku denganNya... seperti dulu... itu yang tengah hilang dariku...

Pertemukan segera aku dengan kedua rasa terindahku itu ya Rabb... agar tak mengembara terlalu lama hati ini... agar resah dan gundah itu sirna dari dalam diri...

Aku ingin memiliki rasa itu, .... rindu tuk berjumpa denganMu... rindu tuk bisa melihat wajahMu... walau kurasakan diri ini telah menjelma menjadi seonggok sampah tak berharga... namun rahmatMu nan luas yang senantiasa kuharapkan... Ampuni salah dan khilafku ya Rabb... Terangilah aku dengan lentera cintaMu.... agar aku tak terjatuh lagi dalam kegelapan ini...

sebuah rasa


Rose, tahukah kamu...

pernah singgah dalam hidupku
dua rasa terindah dalam hatiku

rasa itu yang selalu membuatku sendu
berharap tuk dapat kembali bertemu

dulu...
di masa lampauku

namaNya selalu kusebut dalam lisan dan sanubariku
sehingga syahdu sangat melingkupi kalbuku
walau badai menderu menerpaku

dulu...
di masa lampauku

aku begitu yakin tuk bisa segera bertemu
dengan Penyayangku
aku siap dengan itu
tuk menepikan bidukku
kapanpun Dia Mau

itu dulu...
di masa lampauku

......

di masa kiniku
aku tengah kehilangan semua itu
itu yang membuatku galau tak menentu

dan itu pula yang kumaksud dengan serpihan hatiku
yang berserakan di sepanjang lorong waktu
yang pernah kukatakan dulu
padamu...

dan aku bisa memunguti semua itu
hanya dengan satu
yaitu sendu
sehingga aku bisa kembali merindu
meraih malam-malamku
agar bisa bersimpuh luruh di hadapan Rabbku

Rose, tahukah kamu...
walau kini kurasa luluh lantak sudah hatiku
namun asa itu selalu menyertaku

aku pernah meminta pada Rabbku
agar bisa kembali bertemu
dengan dua rasa itu
sebelum merapat bidukku
ke tepian waktu

karena kuingin mengakhiri masaku
dengan keridhaan Rabbku...

dan Rose... aku tak tahu
kapan kan berakhir masaku itu...

perjalanan ruhani


Tidur adalah perjalanan ruhani seorang hamba di alam bawah sadarnya... Saat itu setiap jiwa berkumpul di hadapan Rabbnya... Pada saatnya masing-masing, Dia kembalikan jiwa itu pada raga di dunia, dan menahan jiwa yang lain yang Dia kehendaki...

Terjaga dari peraduanku, terkadang menyentakkan jiwaku... Ya, Allah... aku masih hidup... Terbayang seandainya pada saat itu aku sudah tak bisa bangun lagi..... Cukup lama kuterpekur... Ingat segala yang telah dilakukan...

Entah kapan.... pasti akan tiba
saat jiwa berpisah dari raga
dengan membawa apa-apa yang telah ditanamnya

mungkin akan banyak penyesalan yang ada
mengapa selama ini sia-sia belaka...

... tolonglah, jangan Kau lepas aku, walau sekejap matapun...
tanpa bimbingan dariMu...
sungguh aku sangat mengharap atas rahmat dan ampunanMu...

kuhanya bisa berharap


Rose,
kutak ingin kau tanggalkan kelopakmu
luruh ke bumi satu per satu
karena kutak bisa memunguti itu
meski kuingin merangkaimu, menjadi bunga terindah di hatiku

Rose,
kutak ingin kau berduka
karena kutak bisa tuk menghapusnya
meski kuingin melakukannya dengan sepenuh rasa

Rose,
jaga rangkaian kelopakmu
meski hujan menerpamu
meski badai menerjangmu
meski sunyi menderamu
karena kutak bisa merawatmu
meski kuingin kau tumbuh indah di taman hatiku

Rose,
mintalah padaNya
tuk menghalau semua nestapa
mendekatlah padaNya
tuk menggapai damai di jiwa
karena kutak bisa selalu bersama
meski kuingin berada di sana dalam suka dan duka

Rose,
meski kuingin melakukan semua,
namun kutak bisa....

lukisan malam


Aku menyukai langit malam, dengan segala hiasannya... Dulu, langit malam adalah temanku... saat kubaru menemukan makna hakikat hidup ini... Aku suka memandang di ruangan hitam langitnya... mencari jawaban diantara gugusan bintang-bintangnya... sesekali kuterhidur dengan jatuhnya beberapa dari sekian banyak bintang-bintangnya...

Salah seorang kawan bertanya, "Sejak kapan kamu mulai menulis puisi?? Sejak umur 7 tahun??"
Aku mulai menulis puisi sejak aku kenal hidup ini, sejak umurku menginjak 17 tahun dan semakin intensif saat usiaku mencapai umur 2o tahunan. Aku tuangkan segala resah dan gelisahku dalam catatan-catatan harianku... Dan saat kubaca ulang kemarin-kemarin, baru kumenyadari... betapa indah rangkaian kata-kata gelisah dan rinduku...

Kenapa gelisah dan resah selalu mengiringiku?? Aahh... mungkin karena idealismeku... Aku ingin dekat denganNya... Ingin jadi hambaNya yang Dia ridhai... itu mungkin sumber keresahanku... dipadu dengan beratnya perjuangan menjaga hati dan hidayah untuk tetap di jalanNya... Itu sumber gelisahku... Dan aku menikmatinya... karena itulah seni hidupku...

Aku suka mencari rahmat dan kasih sayangNya... kedekatan denganNya... pada malam-malamNya... Berjam-jam aku bisa berdiam diri di loteng rumahku sambil memandangi langitNya... hingga hawa dingin malam menusuk tulangku, baru aku beranjak turun, berkumpul dengan keluarga atau mengunci diri di kamarku menunggu waktu tuk mengadu padaNya ...

Hingga kuterdampar di gurun ini... semakin kunikmati langit malamNya yang sangat indah... tanpa gangguan pepohonan...

Langit malamNya begitu menginspirasiku...

Saat kulintasi gurun bersama belahan hatiku.... sering aku memandangi langit malamNya yang bertabur hiasan... Bintang dan rembulan... Sambil menikmati laju mobil, kupandangi bintangNya yang selalu mengikutiku... Bintang itu cerah sekali... seolah tersenyum padaku... Dan saat mendung terkadang melingkupinya... Kuyakin dia pasti masih tetap tersenyum di balik awan...

Aku ingin seperti bintang itu... tetap tersenyum, walau kadang pahit kehidupan kurasakan... Tersenyum dengan segala ketetapanNya... Menerima segala nikmatNya... yang mungkin sekarang ini belum kumaknai sebagai suatu nikmat...

Terkadang kujumpai bulan keemasan muncul di ufuk timur langit malamNya... Subhanallaah... besar, syahdu dan indah.... Tapi sayang, tak tercipta puisi untuknya saat itu...

Dan kemarin, kujumpai bulan ayu itu tak lagi bundar... bayangan hitam melingkupi bundarnya, setelah beberapa hari yang lalu, gerhana menyambanginya... Aku jadi teringat diriku... senyumku dengan senyum bulan pada saat itu hampir sama.... pucat... Dan bisa kuperkirakan... dalam hitungan beberapa hari ke depan... bulan pasi itu akan menghilang tuk sementara waktu.... Membersihkan gelap yang menyelimutinya... mungkin dia butuh waktu tuk menepis duka hatinya...

Walau dunia kehilangan dia sesaat... pada waktunya nanti, dia akan muncul.... dengan seulas senyum manisnya di awal masa....terusss ... hingga aku akan menjumpai wajah sempurnanya, di ufuk timur dengan cahaya keemasannya yang teduh... MashaAllah... aku baru bisa lihat bulan sebesar itu di daratan ini... bebas tanpa gangguan pepohonan.... Subhanallaah...

Betapa langit malamMu begitu menginspirasiku ya Rabbku... Terimakasih...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More