This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label secawan bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label secawan bahagia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 September 2010

malam ku sepi




malam ini taerasa hambar sekali ku rasakan...tiada sapa atau tanya tentang rasa..
semuanya papa akan cinta..bagai biola tanpa nada....diaaam membisu..tanpa suara...
hanya dingin nya angin malam dan suasana hujan yg jadi teman..
sms dan telpon ku pun tanpa dering....
hanya bantal guling yang jadi pengiring....
sunyinya.....
....banyak bunga yg bermekaran....
....namun tak satu pun yang mahu ku petik...
....banyak nada yang ku dengar namun tak satu pun menghias sunyi...
betapa kelam yang kurasakan..tiada kasih tuh bermanja...
atau merajuk......
ooooh,,bunga yang disana......
ooooh,,sudikah kau melambai...
ooooh,,memancar kan harummu...
ooooh,,sebagai pewangi hatiku.
namun,,,
itu hanya malam dan mimpiki...yang hanya bisa rasa gelisah..
ooh,,malam hadirkanlah...dan percikanlah lara ku ini...
pada kembang-kembang di sana...
jangan biarkan malamku,,,tetap malam yg sepi..

Jumat, 07 Mei 2010

Haruskah kita mengalah pada SURATAN NASIB


Segelintir harapan tumbuh di relung hati
Menggelitik, membisik, kedipkan hasrat ingin terpenuhi
Angin sepoi kehidupan mengelus mesra ilusi
Bersaksi akan tulusnya hati membangun mimpi

Seulas harapan tersuguh indah
Tercurah dari secuil hasrat hatiku
Menyatukan kilas sisa-sisa senyum terdahulu
Yang kandas tertelan pergolakan jiwa mendidih

Aku berlari di atas gejolak nasib ke sebrang pilihan
Mencari…mengadu...mencoba…membangun impian
Bermimpi dengan sisa senyum yang hampir meredup
Berharap di atas suratan nasib yang berkedip-kedip

Saat sebrang samudera bermahkota cinta
Berkilat-kilat menghampiri dengan pujian cahaya
Dan hasrat hati semakin kuat
Rasa membara bergejolak semakin hangat

Ruang hatiku..


Ketika pintu hatiku terbuka
Kupersilahkan seorang pengelana singgah
Walau hanya kutawarkan air kesejukan
Mungkin cukup melepas dahaga bahagianya.........

Ketika kubiarkan dia masuk
Duduk dan bercerita, kumulai menyimak..........
Senyum dan tawanya, aku tertegun
Simpatiku bergulir cinta......

Kubiarkan dia menjelajahi ruang hatiku
Menjamah jambangan cinta kekasihku
Melangkahi lantai kesetiaanku
Meninggalkan jejak keimananku

Tapi aku terlena..........

Ketika aku semakin mendekat
Dia melangkah menuju pintu
Pergi dengan bantingan pintu hatiku
Tersadar aku akan kebodohanku

Aku hanya terdiam......menangis.......
Sesal sudah tidak berarti

Kutata lagi ruang hatiku
Seraya berjanji lirih,
Cintaku.......
Takkan kubiarkan lagi pintu itu terbuka

Karena ruang hati ini
Hanya cukup dan milikmu
Selamanya...........

Bolehkah ungkap kata hati


Aku
Bagai pipit malang
ingin terbang tinggi diangkasa
tapi apalah daya sayap ini patah tak mampu mengepak..
ku ingin melangkah tuk sekedar menikmati sisa jiwa
apalah daya
kaki ini penuh dengan luka
Begitu malangnya
ku hanya mampu merayap
tak mampu berlari
ku cuba mencari cahaya ditepian hati
namun hanya gulita slalu menemani
ku cuba mencari arti hembusan nafas ini
Namun hanya sebak dikalbu slalu menghantui.
lalu ku cuba bertanya pada rumput menari
adakah tempat untukku disudut bumi ini
Namun ia hanya diam membisu tanpa kata
Oh dimanakah tepian hatiku
ku terumbang ambing ditengah lautan jiwa
ku berlayar arungi samudra kehidupan namun aku tak tahu arah tujuan
Oh kemanakah harus ku ayunkan kaki tuk melangkah
Begitu banyak persimpangan
sedang hatiku buta oleh gemerlapnya dunia
Jiwa ini sudahlah lelah
lalu ku cuba berdiri
Biarpun rapuh kalbu ini
Ku cuba tersenyum biarpun hujan tangis begitu deras menyayat kalbu
ku cuba tertawa biarpun hati menangis pilu
Ku cuba tuk tetap tegar biarpun badai slalu menyapa
Ku hanya ingin mengisi hidup dengan senyuman biarpun malang sejatinya teman dikalbu

Adakah sedikit waktu untukku


jika mataku kini tertutup oleh penyesalan
jika telingaku kini tertutup oleh nasihat
jika tubuhku kini terbalut oleh kegelisahan
kemanakah ku harus berlari ?
aku ingin bebas, sebebas burung yg terbang diangkasa
tapi kenapa hanya kebebasan menangis yang diberikan kepadaku
aku ingin lepas dari ikatan
tapi kenapa hanya ikatan penyesalan yang dihadiahkan untukku
tuhan....
jika aku bisa memilih
aku ingin berlari dari kenyatan hidup ini
aku ingin bernyanyi sendu untuk
merayakan kisah hidupku ini
kenapa tak bisa karena tak sempat
kenapa terlambat karena takut mati

masih adakah sedikit waktu untukku
untuk memulai kemabali yang telah lalu ?
tapi kini keterpurukan membawaku
kembali pada penderitaan sang waktu...

sedihku yang tak berujung...

Kuncup bunga ilusi cinta


Berenang ku dilautan asa
beribu harap kutatap disana
kuncup kuncup ditaman bunga
belum merekah harum mewangi

ingin rasanya hati ini
bunga ditaman cepatlah tumbuh
merekah indah tebarkan aroma
aroma wangi bunga mawar

agar bisa kupetik setangkai
bunga mawar warna merah
sebagai temanku menguntai asa
mengisi hariku yang lelah berangan

terkenang wajah kulukis imagi
hanya dalam bayangan ilusi
namun setia rinduku menanti
dirimu ada hadir disini.

Kamis, 06 Mei 2010

DENGARLAH


luahkan segalanya
yang terpendam dan dendam
tulus aku mendengarnya
biar sakit luka di dada
setelah bermusim hujan
aku umpama kaku termakan bisa
tak terdaya menepis taufan
kuatnya cinta yang kau lepaskan
terkunci segala gerak
akal terbuntu melangkau batas
lembutnya senyummu
manisnya tawamu
akan ku bawa ke akhir nafas

aku disini tetap menyimpan rasa
diatas janji yang ku bacakan
telah ku simpan........
satu ruang didalam hatiku
untuk kau bermain disana
walau kita terpisah jua
tidak akan ku khianati
setiap patah kataku

saat ini.........
tiada apa yang ku bayangkan
teruskanlah melangkah
biarlah tanpa rela
kerana kita di dalam keterpaksaan
kecemburuan terus mengekori
di setiap detik nafas kita
menanti untuk meragut
ketulusan cinta ini
dengarlah........sayang

anggun
indah
senyuman yang akhirnya hadir
hanya kau dan aku yang tau

antara kisah kisaah yang terjadi
apapun,aku dan kau harus kuat
biar parah dipanah kesakitan
bingkas sendirian
meredah apa jua di hadapan

dengarlah......aku amat merindukanmu
aku terpaksa
dan kau juga begitu
demi mereka di sekeliling kita
terimalah dengan ketenangan
hembusan cinta yang terindah....

Bisakah kalian


wahai kekasih yang lama menghilang..dimanakah dirimu berada..telah lama aku mencarimu…disetiap sudut gelap duniaku.
Kini seraut bayangmu belum kutemukan, haruskah aku mencari disemak berduri?
Yang membuat kulitku tergores lalu menitikan airmata merah?
Wahai kekaksih setiap malam kujagai perasaan ini, kuselimuti dengan nyanyian rembulan juga bersama tarian bintang..apakah kau rasakan semua.
Meski rasa derita memukul dinding kesabaran, selalu meretakan secuil demi secuil, kuingin dirimu kembali wahai kekasih yang hilang “rasakan betapa aku merindukanmu,sedari malamku hingga siang merajai hati”.
Bukankah dahulu kautautkan rasa cintamu?
Mengapa kini kita terjatuh dalam sebuah ketiadaan yang lama mengambang, aku rindu hingga darah ini beku..sedingin gumpal salju yang belum pernah kutemui.
Kasih .. oh..duhai kasih berilah secarik surat diudara yang senyap..
Sebab aku selalu menantimu, sesekali jenguklah aku yang selalu mencarimu..
jangan biarkan pisau hati menajam lalu mengiris ikatan yang lama kurangkai..
Demi deraian airmataku atas nama darahku..berilah kembali tarian yang membuat hati ini bergeliat menyongsong indahnya mentari dipagi hari..
“sekian banyak jasadku mati namun saat ini aku tak ingin mati”

Bila Hatiku Bukan Hanya Untukmu


Pertama-ku mulai mengenal cinta
hari-hari terasa demikian indah
boleh kubilang, teramat sangat indah
Bahkan saat makan dan tidurpun

aku tidak kuasa sembunyikan senyumku
Aku bilang dalam hatiku;
Tulus aku berharap …..
kau adalah orang pertama dan terakhir
yang akan mengisi relung hati cintaku

Tapi itu dulu…
Saat hatiku berkaca-kaca setiap senandungkan kidung cinta

Namun kini…

Seiring dering waktu
kala hati cinta melarung tanpa ujung
sore menggurat senja tiada tangis
terang dua pijar bintang menari direlung hati

bila senja menjelang datang,
terbelah hati cintaku menyapa
Bukan hanya dirimu, namun juga dia
membuat kidung cintaku kini dipersimpangan

Aku berusaha melabuh makna,
betapa sesungguhnya kita manusia tidak mempunyai daya
bilamana cinta itu akan melarung rasa
gelap dan terangpun enggan menahan dan menegurnya

Dimana cinta adalah cinta,
dan aku tak kuasa lagi untuk menjawabnya
hanya sebagian hati kecilku berkata,
maafkan aku, semua ini terjadi ….

Bukan karena aku ingin menyakitimu,
tapi semua terjadi karena kuasa cinta,
biarpun itu tidak aku inginkan
karena sesungguhnya aku masih sangat mencintaimu

……. Maafkan aku.

secawan bahagia


Malam yang panjang tlah ku lewati
hilang seketika bila mentari tlah tiba
pagi ini kan terasa indah bila wajahmu
yang terbayang di ingatanku

Disaatmentari mulai meredup
hatiku kembali gelisah
dan hati ini bertanya tanya
dapatkah aku menemukan cinta sejatiku

Duhai kau pujangga cinta
andaikan di punggungmu terbentang sayap
sudikah kau membawaku terbang
membawaku berkeliling menembus birunya awan

Dan andaikan kau mampu menjangkau bintang
sudikah kau memetik di antaranya
dan rangkailah menjadi kalung
tuk ku jadikan penghias leher jenjangku

Dan disaat ku bermuram durja
sudikah kau ku jadikan alasan untukku tersenyum

Duhai kau pujangga cinta andaikan kau tau
ku tak ingin menyiksa diriku sendiri
dan ku juga tak ingin berduka
akan ku coba tuk lupakan semua kepahitan yang ada
betapa ku ingin menggapai setitik rasa bahagia
setelah hatiku tersayat lara

Duhai kau pujangga cinta
sudikah kau mengobati hatiku yang luka
agar ku dapat mereguk secawan bahagai

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More